Udah tahun 2026.
Orang-orang udah ngomongin AI, investasi, passive income, dan healing ke Jepang.
Sementara gua masih mikir:
“Gua ini sebenernya mau jadi apa, ya?”
Jawabannya konsisten dari tahun ke tahun:
nggak tau.
Umur Kepala Tiga, Kepala Makin Penuh
Katanya, umur kepala tiga itu fase mapan.
Kenyataannya, kepala gua malah penuh pertanyaan.
Bukan pertanyaan berat kayak:
- “Apa makna hidup?”
- “Kita ini siapa di semesta?”
Tapi pertanyaan receh:
- “Gua salah jalan nggak sih?”
- “Ini capek wajar apa gua males?”
- “Orang lain kok kayaknya pada tau mau ngapain?”
Yang bikin tambah stres, jawabannya nggak bisa dicari di Google. Kalau gua ketik:
cara menemukan tujuan hidup
Yang muncul:
- bangun jam 5 pagi,
- minum air putih,
- journaling,
- olahraga,
- bersyukur.
Gua udah coba bangun pagi.
Tetep bingung.
Kelihatannya Jalan, Tapi Rasanya Diam
Kalau dilihat dari luar, hidup gua oke-oke aja. Ada kerjaan. Ada usaha. Masih bisa ngopi.
Tapi dari dalem?
Kosong.
Kayak lagi main game, karakternya jalan terus tapi map-nya nggak kebuka. EXP naik dikit, tapi ga unlock apa-apa. Achievement-nya cuma:
“Berhasil Bertahan Hidup Bulan Ini.”
Kadang gua ngerasa bukan gagal, cuma kehabisan rasa.
Bandingin Diri Sendiri, Olahraga Paling Melelahkan
Scroll sosmed sebentar:
- temen nikah,
- temen punya rumah,
- temen naik jabatan,
- temen pamer caption “trust the process”.
Proses gua trust, tapi kok hasilnya muter-muter doang.
Gua nggak iri sih.
Cuma… bingung.
Kayak nonton film yang semua orang ngerti plot-nya, tapi gua ketinggalan satu adegan penting.
Terus Gua Harus Gimana?
Jawaban jujurnya:
gua juga nggak tau.
Dan mungkin itu nggak apa-apa.
Mungkin hidup bukan soal cepat sampai, tapi soal nggak kabur pas lagi bingung.
Mungkin gua belum jadi apa-apa, tapi setidaknya gua:
- masih mikir,
- masih ngerasa,
- masih nulis.
Dan mungkin itu satu-satunya hal yang lagi bisa gua pegang sekarang.
Penutup (Biar Kelihatan Bijak Sedikit)
Kalau lu baca ini dan ngerasa:
“Anjir, ini gua banget.”
Tenang. Berarti kita sama-sama belum nemu jalan, tapi masih duduk di pinggirnya.
Dan kadang,
berhenti sebentar itu bukan kalah,
cuma lagi ngatur napas.
Udah tahun 2026. Gua masih belum jadi apa-apa. Tapi gua masih di sini.
Dan untuk sekarang, itu cukup.